ISLAM ITU AKAN TERBAGI 73 FIRQOH


Setiap firqoh akan memahami dan meyakini, bahwa firqoh yang ia ikutilah yang ahlussunah. Itu pasti. Karena mustahil ia menjalani firqoh itu, kalau dia terancam masuk neraka. Karena ke 73 firqoh itu saling mengklaim kebenaran. Maka terjadilah perdebatan. Bahkan tak jarang terjadi keributan.

Ada pula yang berusaha semua umat islam di ajak masuk firqoh dia. Ajakan yang mejurus paksaan. Seolah-olah yang tak sepaham ditetapkan masuk neraka oleh mereka. Padahal kita tahu, hanya sebagian kecil yang telah dijamin masuk surga. Ucapan itupun keluar dari mulut rasulullah SAW.

Sangat tidak pantas di jaman sekarang kita memfonis firqoh A masuk surga dan firqoh B  masuk neraka.
Dalil hanya menyatakan yang masuk surga adalah  ahlussuna, bukan firqoh A, B, C dan seterusnya.

Tapi kami firqoh A, yang benar-benar ahlussunah yang dijamin masuk surga. Semua yang kami sampaikan berdasarkan dalil bukan takliq buta berdasarkan nenek moyang. Maka firqoh A  lah yang ahlussuna itu.

Iya, betul. Itu kan menurut pemahaman anda yang menggali ilmu di firqoh A dan meyakini itu. Silahkan anda amalkan sesuai dengan pemahaman anda. Firqoh yang lain. Mereka juga berdasarkan dalil. Mereka mempelajari itu dan memahami serta meyakini firqoh yang mereka ikutilah yang ahlussunah. Jadi biarkanlah mereka jalani yang mereka yakini, tanpa harus kita ganggu dengan ucapan yang menyinggung perasaan mereka.

Kami ini berdakwah untuk kebenaran yang sesuai pemahaman kami. Mereka bid'ah, mereka sirik bahkan kufur menurut kami. Jadi kami wajib menyampai kebenaran pada mereka.

Tentu!
Kami doakan, semoga dakwah anda menjadi ladang pahala bagi anda. Tapi dalam berdakwah itu ada tata caranya. Sampaikanlah dengan tidak menyinggung perasaan mereka. Tugas seorang pendakwah hanya menyampaikan. Rasulullah pernah di tegur oleh Allah SWT, ketika beliau kecewa dan sedih terhadap orang orang tidak menerima apa yang beliau sampaikan. Lalu Allah menegur "Tugasmu itu hanya menyampaikan. Ya Muhammad. Menerima atau tidak menerima mereka, bukan urusanmu."

Dari dalil itu,  jelas tugas kita hanya menyampaikan. Bukan memaksa. Apa lagi diperkuat dengan untukmu agamamu dan untuk ku agamaku (ini umum, untuk seluruh manusia).

Alangkah bagusnya disetiap dakwah menyertai dengan kata-kata "Sesungguhnya yang kami sampaikan ini adalah pemahaman kami yang merujuk pada dalil-dalil yang kami pelajari sesuai dengan ilmu pengetahuan yang kami timba dari guru-guru kami."

Kalau ada yang menjawab "Kamipun mengetahui dalil-dalil dari ilmu yang kami pelajari dari guru kami, ternyata pemahaman kita  berbeda."

Cukup balas dengan "Amalkanlah sesuai dengan pemahaman Anda dan kami amalkan sesuai dengan pemahaman kami. Semoga Tuhan memberi hidayah kepada kita, sehingga dituntun Nya kita untuk mengikuti kebenaran."

Saya rasa dengan sikap yang baik maka akan terjalin persaudaraan sesama muslim dengan baik. Bukankah Islam mengajarkan, setiap orang Islam itu bersaudara. Bukan memerintahkan setiap orang Islam yang sama firqohnya bersaudara, yang tidak sama firqohnya tidak bersaudara.
Bukan begitu.

Tapi kami kan diskusi!

Yups....

Silahkan diskusi untuk mencari kebenaran bukan untuk mencari pembenaran. Dengan harapan dapat hidayah tentang kebenaran itu. Kalau ngotot semua umat Islam harus satu firqoh yang anda yakini. Sama saja anda menentang ketetapan Tuhan yang telah mentakdirkan Islam itu akan terbagi 73 firqoh.

Mari kita jalani pemahaman kita masing-masing dan tetap bersaudara dengan seluruh umat Islam. Saling tolong menolong seperti dua tangan. Hormati agama dan penganut kepercayaan lain. Kasihi mereka sebagai sesama manusia ciptaan Tuhan. Haram menyakiti mereka, apa lagi sampai membunuh.

Kita boleh memerangi siapa saja, bila mereka memerangi kita terlebih dahulu. Namun Islam juga mengatur tata cara perang antara lain tidak boleh membunuh orang yang tidak berdaya, menyerah, orang tua, dan anak-anak. Bahkan kita dilarang menebang atau merusak pohon yang bermanfaat.

Mari kita bersatu membela agama kita, kebenaran dan negara kita.

Ini hanya sekedar pemahaman saya.
Penulis belum tentu lebih baik dari yang membaca.
Kebenaran hanyalah milik yang maha benar.

0 Komentar

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel