-->

Yuk Berkurban ! Seekor Kambing Bisa Untuk Satu Keluarga

                 
                     Yuk Berkurban ! Seekor Kambing Bisa Untuk Satu Keluarga.

Intan.me : Alhamdulillah, setiap hari raya kurban, umat Islam tidak pernah absen untuk melaksanakan ibadah kurban melalui panitia di masjid, mushalla, dan tempat-tempat lainnya.Disatu masjid bisa 4 sapi sampai puluhan sapi kurban.

Ibadah kurban adalah salah satu ibadah sosial yang sangat dianjurkan bahkan diwajibkan bagi seorang muslim yang mampu.

Namun disini perlu disampaikan bahwa pemahaman dan mindset dalam pelaksanaan ibadah korban ini perlu direvisi karena memang kurang pas dengan Sunnah Rasul yang ada.

Mayoritas umat Islam yang melaksanakan kurban pd umumnya dalam keluarga secara bergilir. Kalau tahun ini, misalnya yang berkurban kepala keluarga, tahun besok istrinya, selanjutnya anaknya secara bergilir.Kalau dalam satu keluarga ada lima anggotanya, berarti selama lima kali mereka berkorban.Padahal dalam Sunnah tidaklah demikian. Selama dia mampu untuk berkurban tidak dibatasinya walau sudah lima kali berkurban.

Seekor kambing cukup untuk kurban satu keluarga, pahalanya mencakup seluruh anggota keluarga meskipun jumlahnya banyak, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Sebagaimana ditunjukkan dalam hadits dari Abu Ayyub radhiyallahu’anhu yang mengatakan,

كَانَ الرَّجُلُ يُضَحِّي بِالشَّاةِ عَنْهُ وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ

”Pada masa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam seseorang (suami) menyembelih seekor kambing sebagai kurban bagi dirinya dan keluarganya.” (HR. Tirmidzi, ia menilainya shahih, Minhaajul Muslim, Hal. 264 dan 266).

Oleh karena itu, tidak selayaknya seseorang mengkhususkan kurban untuk salah satu anggota keluarganya tertentu. Sesungguhnya karunia dan kemurahan Allah sangat luas maka tidak perlu dibatasi.

Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkurban untuk dirinya dan seluruh umatnya. Suatu ketika rasulullah hendak menyembelih kambing kurban, sebelum menyembelih rasulullah mengatakan,

اللّهُمّ هَذَا عَنِّي، وَعَمَّنْ لَـمْ يُضَحِّ مِنْ أُمَّتِي

“Ya Allah ini –kurban– dariku dan dari umatku yang tidak berkurban.” (HR. Abu Daud, no.2810 dan Al-Hakim 4:229 dan dishahihkan Syekh Al-Albani dalam Al Irwa’ 4:349).

Berdasarkan hadits ini, Syekh Ali bin Hasan Al-Halaby mengatakan, “Kaum muslimin yang tidak mampu berkurban, mendapatkan pahala sebagaimana orang berkurban dari umat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Ahkamul Idain, Hal. 79)

Adapun yang dimaksud: “…kambing hanya boleh untuk satu orang, sapi untuk tujuh orang, dan onta 10 orang…” adalah biaya pengadaannya. Biaya pengadaan kambing hanya boleh dari satu orang, biaya pengadaan sapi hanya boleh dari maksimal tujuh orang dan kurban unta hanya boleh dari maksimal 10 orang.

Betapa ibadah kurban sangat dianjurkan dalam Islam. Keutamaanya pun cukup banyak sebagai ibadah sosial.

Dalam salah satu hadis, Rasulullah saw menggambarkan balasan orang yang berkurban, "Tidak ada perbuatan yang paling disukai Allah pada hari raya haji selain berkurban. Sesungguhnya orang yang berkurban akan datang pada hari kiamat dengan membawa tanduk, bulu dan kuku binatang kurban itu. Dan sesungguhnya darah kurban yang mengalir itu akan lebih cepat sampai kepada Allah dari pada (darah itu) jatuh ke bumi, maka sucikanlah dirimu dengan berkurban." (HR. al-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Dan ada yang perlu diketahui bahwa bagi mereka yg berkurban, saat setelah masuk bulan Dzulhijah hendaknya jangan memotong kuku dan rambut
Karena hal ini ada hikmah yg terkandung di dalamnya.

Dalam hadits Rasulullah Saw bersabda :
”Apabila engkau telah memasuki sepuluh hari pertama (bulan Dzulhijjah) sedangkan diantara kalian ingin berkurban maka janganlah dia menyentuh (memotong) sedikitpun bagian dari rambut dan kukunya.” (HR. Muslim)

Para ulama berpendapat bahwa :

Hikmahnya agar seluruh anggota tubuh orang yang berkurban tetap lengkap sehingga bisa dibebaskan dari api Neraka

Dibiarkannya rambut dan kuku tetap ada dan dipotong bersama sembelihan kurban, sehingga menjadi bagian kurban disisi Allah

Yang terpenting yang harus menjadi perhatian bagi kita adalah ketaatan terhadap perintah dan larangan dalam agama kita pasti mengandung hikmah yang sangat besar dan pilihan terbaik bagi keselamatan hidup kita baik dunia maupun akhirat kelak yang Allah tawarkan pada hamba-Nya.. Wallahu'alam.

0 Komentar

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel