Tujuh Perbuatan Ini Bisa Melenyapkan Pahala


Tujuh perbuatan berikut ini bisa melenyapkan dan menghilangkan pahala amal :

1. Syirik

Syirik ini bukan seperti yang remaja di sinetron katakan. "Eh, kamu sirik ya sama aku?". Kalau ini maksudnya iri. Syirik yang menghapuskan seluruh kebaikan itu maksudnya menyekutukan Allah. Menyembah tuhan lain selain Allah. Atau selain menyembah Allah juga menyembah selain Allah. Ini peringkat dosa paling pertama. Pelakunya jika sampai mati tidak bertaubat, tidak akan mendapat ampunan. Seluruh kebaikannya hangus tak bernilai.

2. Riya'

Ini memamerkan ibadah. Shalat, dibuat khusyuk kalau di depan umum, tapi kalau sendirian, super cepat kaya ayam matuk beras. Baca quran di depan umum dibagus-baguskan, tapi kalau sendiri serampangan dan malas-malasan. Orang yang riya' amal ibadahnya tidak diterima. Karena yang diterima itu yang ikhlas karena Allah semata.

3. Mengungkit-ungkit pemberian dan menyakiti perasaan si penerima

Bila kita bersedekah pada seseorang. Lalu suatu saat kita ungkit-ungkit bahkan sampai menyakiti penerima, maka pahala sedekah hilang tak berbekas. Misal ucapan, "Kalau dulu kamu nggak kubantu, sudah jadi gelandangan sekarang". Ada saat di mana kita tergoda untuk menyebut-nyebut dan mengungkit pemberian kita. Sebaiknya direm. Agar pahala sedekahnya tidak hilang sia-sia.

4. Ghibah

Bila kita mengorek aib orang, membicarakan kejelekan orang, maka pahala kita berpindah. Tidak hilang, tapi pindah kepada orang yang kita cela kehormatannya. Misal si A menggosipi kejelekan si B, maka pahala si A pindah ke si B. Kalau si A sudah tidak punya pahala akibat hobi gosipnya sudah banget parah, maka dosa si B akan ditranfers ke si A. Rugi bukan, enak-enak ibadah, pahalanya pindah. Ini akibat nggak kuat menahan lisan dari gosip.

5. Murtad

Orang yang murtad itu orang yang keluar dari agama Islam. Rugi sekali. Seluruh pahala kebaikannya di masa masih Islam habis tak tersisa. Hati-hati, jangan karena dalih cinta, lalu pindah agama. Bagaimanapun mempesona orang tersebut, tetap lebih baik menikah dengan yang sesama muslim. Lebih penting agama Islam kita daripada mengejar cinta, lalu murtad. Rugi dunia akhirat.

6. Meninggalkan Shalat Ashar


Ini shalat cukup penting. Bahkan dijuluki shalat wustha. Gawat kalau sampai meninggalkan shalat ashar. Bisa terhapus seluruh amal kebaikan. Apalagi posisi shalat ashar di waktu krusial. Orang baru pulang kerja masih di perjalanan. Petani lagi tanggung di sawah. Main bola sampai magrib. Nonton bola di stadion. Nonton bioskop sampai lupa ashar. Hati-hati, jangan sampai bolong shalat ashar. Bisa bangkrut habis pahalanya.

7. Durhaka pada Ibu Bapak

Mengerikan. Ini dosa yang sangat berat. Siapa yang membuat orang tua marah, maka Allah marah pada anak tersebut. Siapa orang yang bisa membuat orang tua ridha, maka Allah ridha pada anak tersebut. Bayangkan kalau sampai melukai, menyakiti, mendurhakai ibu bapak kita? Ngeri. Seolah tidak bermakna lagi semua amal ibadah kita. Karena Allah marah karena sudah berbuat durhaka pada orang tua. Pernah saya baca bahwa meskipun orang datang melewati shirat membawa amal sebanyak Abu Bakar Ash-Shidiq, tapi dia mendurhakai ibu bapaknya, pasti tetap akan jatuh ke neraka. Mari kita senangkan hati orang tua kita. Mari perjuangkan agar mereka ridha pada kita.


Semoga kita bisa waspada dalam beramal di dunia ini. Agar tidak menjadi orang yang bangkrut. Terhapus semua pahala kebaikannya.

0 Komentar

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel