Keyakinan Dan Kepastian



intan : Manusia yang mempunyai pengetahuan itu, mengakui hubungan sesuatu dengan sesuatu. Ia mengeluarkan pendapat (melalui bahasa) atas beberapa dasar, yang merupakan syarat supaya orang dapat berfikiritu. 

Dasar itu boleh disebut aksioma berfikir. Adapun tiap-tiap pendapat itu berdasarkan atas sikap mental subyek yang tahu itu, bahwa demikianlah halnya, pendap[at lain tak mungkin. Itu disebut keyakinan.

Keyakinan merupakan sikap subyek, jadi selalu bersifat subyektif juga. Menurut subyek yang tahu ketika itu, tak ada alasan apapun untuk berpendapat lain. Oleh karena ituada kemungkinannya juga bahwa ia keliru, artinya ternyata bahwa ada alasan yang kemudian diketahui  bahwa pendapat lain tidak hanya mungkin melainkan harus lain.

Itu pembetulan keyakinan, yang ternyata dulunya keliru dan sekarang menjadi keyakinan baru. Bentuk yang amat sederhana yang mencerminkan dan berdasarkan keyakinan misalnya; ' bunga itu merah'. Dalam pendapat ini ternyata sekali keyakinan subyek. Memang mungkin bahwa subyek itu keliru karena indranya keliru, tetapi ini dapat diralat, daras pikir yang berupa keyakinan tak berubah.


Bagaimanpun, jika ada keyakinan, maka ia mencerminkan sikap manusia yang tahu itu. Pengetahuannya menurut subyek adalah sesuai dengan kesungguhan yang diketahuinya.


Jika orang mempunyai keyakinan seperti yang diatas tadi, maka ia merasa pasti akan pengetahuannya, iapun mempunyai kepastian. Tetapi harus segera kami majukan, bahwa kepastian ini tidak semua sama pastinya!! Memang pastilah bahwa keseluruhan itu lebih besar dari pada bagiannya, pun bahwa 2x2 sama dengan 4; sebaliknya pastilah tidak sesuai dengan kesungguhan, jika dikatakan bahwa 2x2 adalah 5 ! Kepastian yang amat pasti demikian itu hanya berlaku dalam alam pikiran yang berdasarkan hal-hal yang aksiomatis, misalnya pada ilmu pasti. Ini mengenai hal yang abstrak. Dalam rangka abstrak mungkin terdapat kepastian yang mutlak.


Lain sekali dengan hal-hal yang konkrit. Kepastian dalam hal yang demikian itu kerap kali mangandung ketidakpastian. Memang kalau dikatakan, bahwa bahwa sekarang ini banjir, kemungkinan untuk keliru hampir-hampir tidak ada; kalau dikatakan bahwa sekarang ini panas, maka kepastiannya sangatlah mutlak. 

Apakah ukurannya dan apakah pengaruh subyek yang mengatakannya? Faktor subyektif banyak sekali pada pendapat-pendapat yang tidak abstrak. Dalam rangka hal-hal yang konkrit kepastian mutlak sebenarnya tidak ada, dalam rangka abstrak mungkin, tetapi harus diketahui benar wilayah dan kekuatan pendapat-pendapat itu, jadi harus diketahui dasarnya dulu.

0 Komentar

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel