Hukum Akal Dalam Ilmu Tauhid


intan : Mengingat iman kepada Allah SWT yang akan diuraikan yang intinya adalah mengenal semua perkara yang wajib, mustahil dan jaiz bagi Allah SWT demikian juga iman kepada semua perkarayang wajib diimani seperti para Rasul dan Malaikat, maka saya perlu memberikan penjelasan singkat tentang makna wajib, mustahil dan jaiz menurut akal.

  - Wajib Aqli (Pasti)
Adapun wajib Aqli ialah penolakan terhadap ketiadaan sesuatu yang tidak dapat diterima akal ketiadaannya itu misalnya; Satu adalah separuh dari dua dan adanya penciptaan alam.
Masalah satu setengan dari dua dan adanya penciptaan alam raya ini adalah hal yang wajib/pasti menurut akal (wajib aqli).ketiadaan keduanya tidak dapat diterima akal. Kasus yang pertama yaitu  satu setengah dari dua dalam ilmu tauhid disebut wajib aqli badihiy ( jelas sekali mudah dimengetrti dan tidak memerlukan pembuktian). Sdangkan kasus kedua yaitu adanya pencipta alam raya itu disebut wajib aqli nadzori yang memerlukan pada pembuktian.


  - Mustahil Aqli (tidak mungkin)
Adapun mustahil ialah penolakan terhadap sesuatu. Sesuatu yang tidak dapat diterima adanya oleh akal disebut mustahil contoh; tiga adalah setengah dari sepuluh dan adanya sekutu bagi Allah SWT.
Maslah tiga dari setengah dari sepuluh dan anggapan adanya sekutu bagi Allah SWT, pencipta alam raya adalah mustahil Aqli. Yang pertama disebut Mustahil Aqli Badihiy karena mudah dimengerti tanpa bukti. Sedangkan yang kedua disebut Musthil Aqli Nadzori, karena membutuhkan pembuktian.


  - Jaiz Aqli (Mungkin Terjadi)
Adapun Jaiz adalah penerimaan terhadap keberadaan dan ketiadaan sesuatu. Sesuatu yang dapat diterima oleh akal adanya dan diterima pula ketiadaannya itu disebut Jaiz, seperti kepergian Ali dari suatu tempat ketempat lain dan perubahan batu menjadi emas dengan kekuasaan Allah SWT adalah Jaiz Aqli. Peristiwa yang pertama yaitu kepergian Ali dari suatu tempat ketempat lainitu disebut Jaiz Badihiy atau Jaiz Aqli Adi (Kebiasaan) dan tidak dianggap aneh menurut akal. Sedangkan yang kedua  yaitu perubahan batu menjadi emas disebut Jais Aqli Ghoiru Adi (tidak biasa) artinya peristiwa itu jarang terjadi atau bahkan tidak pernah terjadi menurut kebiasaan. 

Oleh sebab itu  akal pada mulanya menganggap aneh tetapi ketika hal itu dikaji dengan bukti-bukti ternyata hal itu mungkin terjadi dan tidak mustahil adanya. Seperti perubahan tongkat Nabi Musa A.S menjadi ular, terbelahnya lautan.], api tidak dapat membakar jasad manusia, hewan dapat berbicara dan lain sebagainya. Semua itu walaupun tidak biasa terjadi tetapi bila dibahas dengan dalil atau bukti ternyata hal itu bisa saja terjadi dan masuk dalam kekuasaan Pencipta alam.

Sesungguhnya apabila kita benar-benar memperhatikan tentang adat kebiasaan maka hal-hal tersebut diatas sebenarnya tidak lebih aneh daripada peristiwa penciptaan manusia yang mulanya hanya berupa tanah  kebudian berubah menjadi tumbu2han lalu menjadi makanan, darah,mani segumpal darah kental, segumpal daging kemudian menjadi manusia bisa mendengar dan melihat, bisa bergerak dan melakukan aktifitas yang bermacam-macam.

Seandainya tidak ada hukum kebiasaan tentu sesuatu yang paling aneh menurut akal adalah turunya air hujan kebumi yang berdebu. Dengan air hujan itu tumbuhlah berbagai macam pohon, bunga-bungaan dan buah-buahan yang berbeda warna, rasa, bau dan cirikhas lainnya. 

Seandainya tidak ada hukum kebiasaan sungguh termasuk hal yang sangat aneh,  sepercik api yang keluar akibat dari benturan batu dengan batu yang kemudian membakar hutan luas atau kota besar bersama penduduknya dan seluruh isinya, kemudian kota itu menjadi abu.

Seandainya tidak ada hukum kebiasaan tentu sangat jauh dari dibenarkan yaitu suatu kekuatan yang tidak nampak yang dihasilkan oleh proses kerja unsur-unsur benda tertentu yang dapat menggerakkan benda-benda besar dan dapat menarik dan menyeret benda-benda berat dan besar. 

Dengan perantara benda tersebut orang dapat menjelajah daerah bumi yang jauh dan melewati gelombang laut yang sangat luas. Kekuatan dahsyat yang tidak tampak itu adalah kekuatan elektrik. Selain itu masih banyak lagi dialam semesta ini sesuatu yang masih aneh menurut akal andai kata tidak terjadi berulang kali.

Perlu diketahui bahwa segala peristiwa Jaiz (mungkin) yang tidak biasa terjadi adalah peristiwa yang kejadiannya dijadikan oleh Allah SWT melalui Rasulnya sebagai mukjizat mereka untuk bukti kebenaran mereka tentang apa yang mereka sampaikan kepada umatnya dari Allah SWT.

0 Komentar

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel