Hakekat Iman Dan Islam


 - Hakekat Iman
Iman yang diwajibkan oleh Allah SWT terhadap hamba-hambanya yang berjanji balasanya adalah surga dan selmat dari api neraka adalah membenarkan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah dan apa saja yang diketahui secara pasti apa yang dibawa beliau yang artinya mempercayai kebenaran Nabi Muhammad SAW secara pebuh terhadap apa saja yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW dari Allah SWT.

Dan hal ini telah diketahui dengan penuh keyakinan dan kepasrahan hati. Kapercayaan dan keyakinan terhadap sesuatu yang psti dibawa Nabi Muhammad SAW dari Allah SWT itu sebagaimana  iman kepada Allah SWT dan para Malaikatnya, kitab-kitabnya,para utusannya, hari akhir, qodlo' dan qodar, kewajiban sholat dan seluruh ibadah lainnya, seperti zakat,puasa dan haji bagi orang-orang yang mampu, larangan membunuh jiwa yang tak bersalah secara aniaya,zina dan sebagainya.


  - Hakekat Islam
Islam adalah tunduk dan patuh lahir batin terhadap apa saja yang dibawa oleh Rasul Allah SWT yang diketahuui secara pasti, bahwa sanya hal itu memang dari beliau. Iman dan Islam yang keduanya dapat menyelamatksan itu selalu berkaitan dan tak bisa saling lepas. Oleh karena itu setiap mukmin adalah muslim dan setiap muslim adalah mukmin. Karena setiap orang yang mempercayai kebenaran Rasul itu harus tunduk terhadap terhadap apa yang dibawa oleh beliau. Dan setiap orang yang patuh itu wajib mempercayai kebenaran tersebut. Kemudian mengucapkan dua kalimat syahadat.

Secara otomatis menjadi syarat untuk dapat diberlakukannya hukum dunia kepada mukmin seperti pernikahan, makmum shalat kepadanya, dishalatkan waktu meninggal dunia dan dikubur dalam perkuburan kaum muslimin.

Apabila ada seseorang tidak dapat mengucapkan kalimat syahadat karena halangan seperti bisu atau halangan yang tidak memungkinkan untuk mengucapkannya sebagaimana dia meninggal dunia setelah dia menyatakan iman dalam hatinya maka orang tersebut dianggap mukmin disisi Allah SWT. 

Tetapi barang siapa yang menolak mengucapkan dua kalimat syahadat karena ingkar padahal sebenarnya dia telah diminta untuk mengucapkannya maka orang tersebut adalah kafir, semoga Allah SWT melindungi kita dari perbuatan-perbuatan ini dan pembenaran atau pengakuan iman didalam hati tidak dianggap syah. Sebab penolakan seperti itu telah ditetepkan oleh syara' sebagai sesuatu yang menafikan keimanan dan orang yang demikian itu dihukumi kafir.


  - Hal-hal Yang Dianggap Membatalkan Iman Oleh Syari'at Agama
Hukum syari'at agama yang mulia melarang dan memperingatkan kepada setiap muslimterhadap hal-hal yang dapat menghapus keimanan dan menghukumi orang yang melakukannya sebagai orang kafir walaupun dia membenarkan iman dengan hatinya, patuh menjalankan apa saja yang dibawa oleh Rasulullah SAW seperti perbuatan sujud dihadapan patung dengan kemauan sendiri atau menghina sesuatu yang dimulyakan oleh agama, seperti kitab Al-Qur'an yang mulia hadist Nabi yang suci, syari'at yang murni, Rasul-rasul yang mulia serta nama-nama Allah yang agung dan sifat-sifatnya yang mulia, perintah-perintah dan larangan-larangannya, hal yang difardlukan dalam agama seperti shalat, puasa, zakat, dan haji atau melecehakan salah satu yang ada diatas tadi. Semua yang diatas dan yang menyerupainya itu dapat melenyapkan keimanan. Orang-orang yang melakukannya dihukumi sebagai orang kafir.

Demikian juga apabila seseorang mendustakan ketentuan syari'at yang jelas-jelas dari Rasullulah SAW secara pasti seperti ayat-ayat Al-Qur'an hadist Nabi yang mutawatir yaitu hadist yang dikutip oleh sekelompok orang yang berjumlah banyak yang tidak mungkin mereka melakukan dusta secara sepakat atau menghalalkan barang yang keharamannya telah pasti menurut hukum agama dan hikmah keburukannya seperti membunuh orang , zina dan sebagainya maka orang tersebut telah menodai kepercayaan keimanan dan kepatuhan keislamannya serta melakukan perkara yang dapat membatalkan iman dan islam yang menurut syari'at dihukum kafir. 

Setiap orang yang ingkar hendaklah secepat mungkin memperbaharui iman dan keislamannya serta bertaubat dari perbuatan yang telah dilakukannya. Jika tidak maka orang tersebut berhak dibunuh didunia dan diakherat alan masuk neraka. Kepada Allah SWT marilah kita mohon perlidungan dari semua perbuatan dan ucapan yang dapat menghapus keimanan.

0 Komentar

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel